Produk-produk Mengandung Melamin

Berikut ini adalah nama-nama merk yang ditarik dari Pasaran, hal ini dikarenakan produk-produk tersebut disinyalir mengandung Melamin.

Produk yang ditarik dari peredaran:
1. Jinwel Yougoo Susu Fermentasi Rasa Jeruk
2. Jinwel Yougoo Aneka Buah
3. Jinwel Yougoo tanpa Rasa
4. Guozhen susu bubuk full cream
5. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Vanila
6. Oreo Stick Wafer
7. Oreo Stick Wafer (disebut dua kali, karena ukuran berbeda)
8. Oreo Cokelat Sandwich Cookies
9. M&M’s Kembang Gula Cokelat Susu
10. M&M’s Cokelat Susu
11. Snicker’s (biskuit-nougat lapis cokelat)
12. Dove Choc Kembang Gula Cokelat
13. Dove Choc
14. Dove Choc (disebut dua kali, karena ukuran berbeda)
15. Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar
16. Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar
17. Yili Bean Club Red Bean Ice Bar
18. Yili Prestige Chocliz
19. Yili Chestnut Ice Bar
20. Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk
21. Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage
22. Yili High Calcium Milk Beverage
23. Yili Pure Milk 205 ml
24. Yili Pure Milk 1 L
25. Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk
26. White Rabbit Creamy Candy
27. Yili Choice Dairy Frozen Yoghurt Bar (kembang gula)

Melamin di Susu Segar

Di depan RS Anak Shanghai, para orangtua berdesakan sambil menggendong bayi dan anak-anak. Memang antriannya jauh lebih pendek dibanding beberapa hari lalu. Meski begitu para orang tua rata-rata harus menunggu empat jam untuk pemeriksaan USG.

RS itu memiliki bagian khusus dimana tim yang terdiri dari para doketer memeriksa anak-anak tersebut. Pemerintah kota Shanghay menghimbau orangtua yang memiliki anak berusia di bawah tiga tahun untuk memeriksa merk susu apa yang dikonsumsi dan menyediakan layanan periksa gratis di RS setempat.

Karena itu juga Zhao Xin dari provinsi tetangga Zhejiang datang bersama putranya yang berusia 21 bulan. Sejak Desember lalu sang anak mengkonsumsi susu bubuk merk “Sanlu”.

Zhao mengatakan, “Anak saya masih sangat kecil. Saya tidak tahu soal susu itu. Kalau tidak ada pemberitaan tentangnya, mungkin kami masih akan terus memberi dia susu itu. Anak saya berteriak-teriak tiap malam kalau popoknya diganti. Kami tidak tahu apa-apa dan mengira itu normal.”

Di Shijiazhuang, provinsi Hebei, ratusan orang tua berdemosntrasi Jumat kemarin (19/09) di kantor pusat perusahaan yang memproduksi susu bubuk “Sanlu”. Mereka menuntut ganti rugi. Pasangan Zhao dari Zhejiang juga mencoba untuk mendapat kompensasi.

“Suami saya menelpon 20 kali ke sana dan bertengkar dengan orang yang menerima. Mereka bilang, kami bisa saja mengembalikan produk susu yang kami beli. Tapi dimana harus kami cari bon pembelian yang lama. Kami kan tidak menyangka bahwa susu bubuk ini bermasalah. Semua kuitansi ya sudah kami buang”, kata Zhao.

Seperti diumumkan Dinas Pengawas Bahan Pangan, Jumat (19/09), bukan hanya susu bubuk tapi juga susu segar yang tercemar melamin.

Dari seluruh produk susu yang diperiksa, sedikitnya 10 diantaranya terbukti mengandung bahan kimia berbahaya tersebut. Yang terkena antara lain produsen susu terbesar di Cina yaitu “Mengniu”, “Yili” dan “Bright”.

Wang Jing, yang datang ke RS bersama keponakannya yang berusia 17 bulan, kini tak percaya lagi pada produk susu, impor sekalipun.

Wang mengatakan, “Saya pikir, cara pemerintah menangani kasus ini sangat buruk. Ini kan menyangkut anak kecil, yang belum bisa bilang apa-apa jika dia merasa tidak enak. Pengawasan harus dilakukan lebih ketat. Dan bukan setelah terjadi sesuatu. Saya betul-betul marah. Pemerintah harus berbuat lebih banyak untuk menjamin keamanan bahan pangan.”

Di Provinsi Hebei, polisi menangkap 12 orang, Kamis (18/08), yang tersangkut skandal susu bubuk. Enam di antaranya menjual melamin dalam jumlah besar kepada produsen susu.

Sejauh ini Kementrian Kesehatan Cina tidak menambah jumlah anak yang terkena penyakit batu ginjal. Namun pengamat memperkirkan, lambat laun jumlah kasusnya akan bertambah, melebihi angka 6.244 yang diumumkan hari Rabu (17/09).

Sementara itu, Dinas Pengawas Makanan di Hongkong menyerukan pengembalian produk susu, yogurt, es krim dan produk lain dari perusahaan “Yili”, yang terbukti mengandung Melamin.

Jaringan supermarket “Park’n'Shop” menyingkirkan semua produk susu dari produsen asal Cina. Sebaliknya, di negeri tirai bambu itu produk-produk tersebut tetap diperdagangkan. (rp)

Melamin, berbahaya bagi kesehatan manusia. Apalagi, bagi bayi yang masih ringkih tingkat kesehatannya. Melamin merupakan suatu polimer, hasil persenyawaan kimia antara monomer formaldehid dan fenol.

“Apabila keduanya bergabung, maka sifat racun dari formaldehid akan `tenggelam` karena telah terlebur menjadi satu senyawa, yakni melamin.

Namun, karena hanya `tenggelam`, kandungan racun di dalam formaldehid sebetulnya tidak hilang sama sekali. Saat susu bubuk bermelamin itu dicampur air panas (sebelum dikonsumsi), racun di formaldehid akan kembali muncul atau terlepas. Bentuknya akan sulit dibedakan.

“Karena campuran melamin akan membuat susu terlihat lebih kental, ini dianggap masyarakat awam sebagai kandungan protein yang banyak.

Akibatnya, tanpa terasa kandungan racun masuk bersama susu yang dikonsumsi. Pada konsumsi dalam jumlah kecil, antibodi tubuh bisa membuang racun tersebut melalui buang air besar maupun muntah. Namun dalam jumlah sedang, kandungan racun tersebut bisa tertimbun pada organ liver, ginjal dan empedu.

Lama-kelamaan, konsumsi yang berkepanjangan akan mengakibatkan kegagalan kerja pada organ-organ tersebut (liver, ginjal dan empedu) hingga menyebabkan kematian.

“Kalau konsumsi susu bermelamin itu dalam jumlah besar dalam waktu singkat, maka jaringan lambung dan usus bayi akan bisa rapuh dan mudah terkoyak. Kematian sesaat setelah mengkonsumsinya sangat besar terjadi.

(Sumber: Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI, www.dw-world.de, dan www.isfinational.or.id)

Write a Comment

Best viewed with Mozilla Firefox, at 1024 x 768 screen resolution or higher. Copyright © 2010 farmakita. All rights reserved.